searchhh that this...

Rabu, 03 Maret 2010

J-rocks...!!!!

Iman sudah mengenal musik semenjak masih bayi. Saat itu ia sudah sering mendengarkan musik jazz, blues, hingga musik sunda dari keluarganya. Mulai memainkan gitar karena 3 nama besar : Jimi Hendrix, Kurt Cobain, dan Yngwie Malmsteen.Saat band Funky Kopral mengadakan audisi untuk mencari gitaris, ia kemudian ikut dan terpilih sebagai gitarisnya. Di band itu ia mulai exist dari tahun 2001 awal hingga 2003 akhir. Kemudian setelah keluar dari Funky Kopral, Iman kembali menghubungi temannya, Wima untuk menjalankan konsep band yang pernah ia rencanakan semenjak SMA. Karena sulit mencari vocalis yang cocok, akhirnya iman lah yang mengambil posisi vocal. Awalnya band ini sempat menjadi spesialis atau band cover untuk Laruku.

Kemudian karir mereka mulai menanjak setelah sukses di sebuah kompetisi musik.J-Rocks ( JRS ) memang masih baru dalam industri musik. Nama mereka mencuat setelah menjadi finalis dan akhirnya keluar sebagai juara pertama kontes musik yang diselenggarakan oleh Nescafe.Beberapa saat sebelum J-Rock Star mengikuti event Nescafe Get Started ini, Iman Cs mengubah nama J-Rocks Star menjadi J-Rocks saja. Pada babak grand final JRS berhasil mengalahkan 2 band saingan, B-Five ( dari Makasar ) dan CoolKhas ( dari Yogyakarta ). Memang warna musik yang ditawarkan oleh JRS saat itu belum ada di industri musik Indonesia. Akhirnya band ini mendapat kontrak rekaman dengan label Aquarius Musik. Album perdana pun di release dengan judul " Topeng Sahabat " Album ini melempar hits " Lepaskan Diriku " sebagai hits jagoannya. Video klipnya pun sudah sering tayang di TV.

Hebatnya hits ini mampu bersaing dengan album-album dari band papan atas, seperti Padi dan Dewa. Selain lihai dalam permainan dan bernyanyi, skill bermain keyboard dan piano Iman juga sangat baik. Selain berperan sebagai gitaris dan vocalis, ia juga menjadi pencipta sebagian besar lagu-lagu di album perdana J-Rocks. Karakter Vokal yang kuat, dengan tehnis dan penjiwaan yang matang, range vocal yang lebar memudahkannya mengambil nada-nada yang rendah sampai nada-nada yang tinggi, bahkan tehnik falseto yang tetap terjaga artikulasinya.

Anyway, kini makin banyak bermunculan band-band yang beraliran Japanese Rocks setelah munculnya JRS ini. Hal ini sangat baik untuk variasi jenis musik di Indonesia yang biasanya " itu-itu saja " ( baca : pop mellow ).Pokoknya jangan ngasih dia label "Vocalis yang ( sekedar ) bisa main gitar " sebelum liat permainan Livenya. Kini Iman menjadi salah satu instruktur di tempat kursus musik Chics dan sering mondar-mandir di Forum Gitaris.com

Sejak awal berkiprah di musik Indonesia, grup band J-Rocks sudah mencuri perhatian khalayak dengan penampilan yang bergaya Harajuku, salah satu kiblat fashion asal Jepang.Harajuku Style memang sangat terkenal, memberikan pengaruh yang besar untuk gaya berbusana Iman ( Vokalis ), Anton ( Drummer ), Sony ( Gitaris ), Wima ( Bassis ).

Gaya berpakaian dengan menggabungkan beragam warna dengan potongan unik serta aksesoris yang beragam, ditambah dengan gaya rambut berwarna yang tak beraturan adalah ciri khas Harajuku.Namun kini J-Rocks tak mau terpaku dengan gaya harajuku saja. Bahkan saat ini keempatnya sedang berusaha menciptakan trend baru dengan mengenakan T-shirt yang berisikan pesan-pesan kemanusiaan dan ajakan untuk peduli lingkungan. " Jadi lebih tepat kalau sekarang kami disebut sebagai band yang fashionable," Ujar Iman.Slogan T-Shirt J-Rocks seperti Save The Earth dan Stop Global Warming diharapkan bisa membawa pesan positif, terutama untuk anak muda.

Demi menjaga penampilan, para personil J-Rocks harus menyisihkan budget khusus yang jumlahnya tak sedikit. Bahkan J-Rocks memiliki desainer langganan dengan harga yang tidak murah. " Ya itu sudah risiko lah, itu kan demi kemajuan kami juga," kata Anton.Tak hanya gaya busana, untuk urusan tata rias wajah dan rambut, J-Rocks juga sangat detail. Alhasil, tiap kali ada tawaran manggung J-Rocks membawa sendiri pasukan penata riasnya. Selain memakai busana rancangan desainer, band yang pernah terbentuk di tahun 2003 ini pun bekerjasama dengan salah satu produsen sepatu lokal asal Jawa Barat. Oleh produsen sepatu itu, J-Rocks dibuatkan beberapa sepatu khusus untuk manggung.

Meski lebih dikenal dengan gayanya yang unik, J-Rocks enggan dicap sebagai band yang hanya mengutamakan penampilan daripada kualitas bermusik. Bagi band yang bermarkas di kawasan Pondok indah, Jakarta ini, musik dan fashion adalah satu kesatuan yang terpisahkan." Imej emang kita pikirin, karena setiap band harus punya identitas. Fashion itu kan menampilkan musik juga, jadi harusnya saling berjalan sama-sana. Gak bisa dipisahkan. Jangan sampai lah kita lebih dikenal karena gaya. Ini kan satu paket yang sama, " ungkap Sony.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar